Senin, 21 Maret 2011

9 Teknologi Transportasi yang Aneh…



Memang menemukan sebuah ide tidaklah mudah, bahkan inovasi-inovasi terbaik yang ada di dunia ini berasal dari ide-ide yang sangat konyol, Thomas Edison banyak dicaci oleh orang-orang sekitarnya sebelum ia menemukan bola lampu. Wright bersaudara banyak ditertawakan oleh para penonton yang menonton percobaan mereka untuk terbang. Diperlukan keteguhan untuk merubah pola pikir orang banyak. Berikut ini adalah ide-ide inovatif dari para penemu yang mungkin saat ini terlihat konyol.
1. Mobil Roda 3
Penemuan Sepeda Roda 3 sangatlah jenius untuk menjaga agar anak-anak tidak terjatuh dari sepeda mereka. Namun apakah ide yang sama dapat diterapkan juga pada sebuah mobil? Hmm, pernah nonton film Mr. Bean? pasti ingat musuh bebuyutannya, sebuah mobil berjenis Reliant Robin.


Selengkapnya...



Minggu, 20 Maret 2011

Melaksanakan Pekerjaan Dasar Kelistrikan



BAB I
PENDAHULUAN


A. DESKRIPSI


Modul Melaksanakan pekerjaan dasar kelistrikan dengan kode ABMR 011.016 -1A berisi materi dan informasi tentang dasar listrik, arus, tegangan, tahanan, hukum Ohm, daya listrik. Pada modul ini juga mengungkap tentang rangkaian kelistrikan yaitu rangkaian seri, parelel dan kombinasi, serta masalah magnet dan induksi. Materai diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan.

Modul ini disusun dalam 7 kegiatan belajar. Kegiatan belajar

  1. Mengukur tegangan, arus dan tahanan, kegiatan belajar 
  2. Merangkai hubungan seri, parallel dan kombinasi, kegiatan belajar
  3. Mendemontrasikan penggunaan magnet, Kegiatan belajar 
  4. Mendemontrasikan timbulnya induksi sendiri/ mutual induction, kegiatan belajar 
  5. Menggunakan Electric Wire, kegiatan belajar  
  6. Menggunakan electrical wire conector dan kegiatan belajar 
  7. Multimeter.

Selengkapnya...



Alat Ukur



Alat Ukur ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar peserta diklat dapat menggunakan dan memelihara alat ukur dengan prosedur yang benar. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliputi :
  1. Pengukuran linier langsung,
  2. Pengukuran linier tak langsung,dan  
  3. Pengukuran sudut.
Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang pengukuran linier langsung. Kegiatan 2 membahas tentang pengukuran linier tak langsung. Kegiatan belajar 3 membahas tentang pengukuran sudut. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat (siswa) diharapkan dapat menggunakan dan memelihara alat ukur dengan prosedur yang benar.


Selengkapnya...



Kopling



Kopling merupakan sautu sistem ata rancangan yangdapat menyabung, melepas perpindahan tenaga dari suatu benda yang berputar ke benda yang lainnya

Modul OPKR-30-002B tentang “Perbaikan Kopling dan Komponen-komponennya” ini membahas beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melepas/membongkar, merakit/memasang unit kopling dan sistem pengoperasian kopling beserta komponenkomponennya secara efektif, efisien dan aman. Modul ini terdiri atas dua cakupan materi yang akan dipelajari meliputi:
  1. Kegiatan belajar ke-1 membahas tentang jenis-jenis konstruksi, cara kerja, identifikasi kerusakan, metode perbaikan dan penyetelan unit kopling serta standar prosedur keselamatan kerja. 
  2. Kegiatan belajar ke-2 membahas tentang jenis-jenis konstruksi, cara kerja, identifikasi kerusakan, metode perbaikan dan penyetelan sistem pengoperasian kopling serta standar prosedur keselamatan kerja. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat memahami konstruksi dan cara kerja unit kopling dan sistem pengoperasiannya.

Selengkapnya...



Las Gas Metal



Las Gas Metal ini membahas dasardasar pengetahuan tentang las gas metal, praktik pengelasan, dan pengetahuan tentang pemeriksaan pengelasan berikut dengan cara memperbaiki kerusakan/ cacat pengelasan. Aspek-aspek yang akan dibahas dalam modul ini meliputi: prinsip pengelasan las gas metal dan prosedur pemasangan perlengkapannya, distorsi dan pencegahannya, pengelasan sambungan sudut dengan berbagai macam posisi pengelasan, pengelasan sambungan tumpul dengan berbagai macam posisi pengelasan, pemeriksaan hasil las dan cara memperbaiki kerusakannya.

B. PRASYARAT

Modul ini akan lebih mudah diselesaikan oleh peserta diklat yang sudah menguasai kompetensi mengelas dengan las busur metal dalam hal penguasaan penyetelan arus, teknik ayunan, dan kecepatan penggeseran kawat las ketika proses pengelasan dengan las gas metal dilakukan.


Selengkapnya...



Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine



BAB I
PENDAHULUAN


A. DESKRIPSI


Modul Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melakukan Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine secara efektif, efisien dan aman. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliputi :
  •  Pemahaman prinsip dan cara kerja motor bensin 2 tak maupun 4 tak,
  • Pemahaman prinsip kerja dari motor diesel 4 tak, 
  • Pemahaman prinsip kerja system pendinginan,  
  • Pemahaman prinsip kerja system pelumasan, 
  • Pemahaman prinsip kerja system bahan bakar,
  • Pemahaman proses perhitungan daya motor, 
  • Pemahaman konstruksi dan fungsi bagian utama Engine, 

Selengkapnya...



Modul Lengkap Otomotif



Modul Otomotif memang sangat penting bagi siswa smk otomotif,  maupun guru otomotif tidak menutup kemungkinan juga untuk mahasiswa teknik mesi/otomotif untuk mempelajari modul-modul otomotif dibawah ini. Selain membanntu proses pembelajaran Modul ini juga menunjang dalam proses pembuatan rpp dan silabus otomotif,
Pada modul otomotif ini ada beberapa modul yang bisa anda download seperti modu-mudul dibawah ini. siswa smk speda motor, siswa maupun guru kendaraan ringan juga bisa mempelajari modul otomotif ini


Teknik Alat Berat

1. Merawat 250 Jam Operasi Mesin (Moontly)
2. Merawat 10 Jam Operasi Mesin (Daily)
3. Merawat Unit Machine Harian
4. Melepas dan Memasang Motor Starter
5. Merawat Baterai
Selengkapnya...



Pemeriksaan Cacat pada Logam



Untuk mengetahui cacat dari bahan baku, faktor kualtas komponen-komponen sebelum melakukan fungsinya dalam suatu konstruksi, maka komponen tersebut perlu diteliti, diperiksa dan dikontrol.

Untuk hal ersebut di atas dilakukan pemeriksaan tidak merusak atau NDT.

Dalam bku Mc. Graw-Hill, encyclopedia Of Science and Technology, NDT didefinisikan :
NDT ialah suatu istilah umum digunakan untuk memastikan pengujian yang dipakai dalam pelaksanaan industri, meskipun dari beberapa teknologi yang sama digunakan dalam lapangan kedokteran, seperti radiography (sinar X) dan ulrasonik.

Dalam lapangan industri pengunaan NDT meliputi memonitor kualitas produksi dari proses manufaktur dan pemeliharaan produk atau komponen serta dari proses permesinan.

Selengkapnya...



Perbedaan Metalurgi dan Metalografi



Ilmu logam dibagi menjadi dua bagian khusus, yaitu metalurgi dan metalografi. Metalurgi adalah menguraikan tentang cara pemisahan logam dari ikatan unsur lain atau cara pengolahan logam secara teknis, sehingga diperoleh jenis logam atau logam paduan yang memenuhi kebutuhan tertentu. Sedangkan Metalografi adalah mempelajari tentang pemeriksaan logam untuk mengetahui sifat, struktur, temperatur dan persentase campuran dari logam tersebut.

a. Pemeriksaan Makro (Macrocospic Examination)

Yang dimaksud dengan pemeriksaan makro adalah pemeriksaan bahan dengan mata kita langsung atau memakai kaca pembesar dengan pembesaran rendah (a low magnification)
Kegunaannya untuk memeriksa permukaan yang terdapat celah-celah, lubang-lubang pada struktur logam yang sifatnya rapuh, bentuk-bentuk patahan benda uji bekas pengujian mekanis yang selanjutnya dibandingkan dengan beberapa logam menurut bentuk dan strukturnya antara satu dengan yang lain menurut kebutuhannya. Angka pembesaran pemeriksaan makro antara 0,5 kali sampai 50 kali.

Selengkapnya...



Metode Identifikasi Bahan Logam



Biasanya, seorang pekerja di bidang las dan fabrikasi logam dapat dengan cepat mengidentifikasi jenis logam secara umum melalui pengamatan secara visual atau dengan melakukan tes, walaupun kadangkala elemen utama logam cukup sulit untuk dikenal..

Teknik-teknik yang cukup akurat untuk mengidentifikasi jenis logam adalah dengan “metoda berat jenis”, melalui tes fisik/ mekanik dan pengamatan visual melalui tes “bunga api” (spark test ).

1. Metoda Berat Jenis

Berat jenis ( density ) dan “gaya berat spesifik” ( specific gravity ) dari suatu bahan berkaitan langsung dengan berat bahan itu sendiri.

Gaya berat spesifik adalah berat suatu bahan bila dibandingkan dengan berat air dalam volume yang sama. Misalnya, berat jenis spesifik Aluminium adalah 2,70, maka artinya berat 1 cm3 Aluminium tersebut adalah 2,7 kali berat air dalam volume yang sama (1 cm3 air). Suatu metoda yang cukup mudah menentukan gaya berat spesifik adalah dengan mengukur berat suatu bahan dan dibandingkan dengan kehilangan berat bila dimasukkan ke dalam air

2. Tes Fisik / Mekanik

Pengujian/ tes fisik atau mekanik adalah tes yang paling sederhana dalam mengidentifikasi jenis logam. Tes ini hanya dapat memperkirakan kekerasan suatu logam ( membedakan mana logam yang keras dan yang lunak ), sehingga dengan demikian dapat juga diperkirakan jenis logam tersebut secara umum. Oleh karena itu, tes ini biasanya dilakukan oleh orang yang telah memahami jenis-jenis logam dan karakteristiknya ( terutama baja ).
Cara yang biasa dilakukan dalam tes fisik adalah dengan menggores, mengikir, memahat atau memukul dengan benda lain/ palu, sehingga dapat dilihat dan dirasakan tingkat kekerasannya.

Artinya, benda yang tinggi tingkat kekerasannya akan sulit tergores, dikikir, dipahat dan dirusak oleh palu.

3. Tes Bunga Api

Tes bunga api ( spark test ) barangkali merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam mengidentifikasi jenis logam.

Tes bunga api dilakukan melalui persepsi (mengartikan/ perkiraan ) pada warna, bentuk, panjang rata-rata, dan gejala bunga api selama tes dilakukan. Tes ini harus dilakukan dengan menggunakan mesin grinda kecepatan tinggi ( high speed power grinder ) dan bahan tes harus selalu digrinda pada posisi horizontal dengan latar belakang gelap.

Secara umum tipe bunga api dari logam adalah : bercabang (dua/ tiga), spt. ujung panah terputus, tajam/runcing, memancar/ aliran, berujung embel-embel, dan garis pendek dengan warna sinar merah, oranye, putih, dan kuning.


Baja karbon mempunyai karakteristik bunga api bercabang berwarna kuning dengan bintang berwarna putih di ujungnya. Kandungan karbon dalam baja karbon dapat diperkirakan dari berapa banyak jumlah bintang berwarna putih pada saat pengujian. Sedang besi murni hanya akan kelihatan bunga api bercabang berwarna kuning.

Jika besi dengan unsur paduan tungsten, maka bunga apinya akan berwarna merah terang; dan jika unsur paduannya nikel, maka warna bunga apinya akan tergantung pada jumlah kandungan paduannya, yaitu mulai putih sampai oranye.

Adapun untuk bunga api besi tuang adalah berupa pancaran warna merah dengan sedikit lengkungan-lengkungan berwarna kekuning-kuningan, serta nikel adalah berwarna oranye berbentuk tajam yang pendek berombak.
Selengkapnya...



[TV] Online Live TV Streaming - Indonesia

Online Live TV Streaming - Indonesia